jump to navigation

seorang pengelana July 20, 2007

Posted by dirga primawan in puisi.
trackback

Ketepian sungai ia menghela
Menapakkan kaki di sebuah dataran
Sunyi masih terasa di sekeliling
Membilang kata berawan mimpi
Jejak kaki pertama ia bentuk
Menyusup ke dalam tanah berkerikil
Ini adalah sebuah perjalanan katanya
Menembus batas ruang yang belum disentuh siapapun
Ia tahu bahwa kan tidak mudah arah ke depan
Namun demi sebuah panggilan jiwa
Ke sana ia kan melangkah
Yang ada dalam gemuruh dorongan hatinya
Tlah Menyeruak ke seluruh lantunan Sang kidung
Ia punya dambaan, kegariahan, impian
”ketika kamu menginginkan sesuatu,
seluruh alam semesta akan membantumu untuk mewujudkannya”
celetuknya sembari menirukan kata Santiago dalam novel Alchemist
Gemuruh inilah yang menghentak
Merengkuh seluruh raganya
Tak pernah urung niatnya
Meski ke depan penuh ketakpastian
Tapi satu yang terus ia bawa
Keyakinan bahwa selalu ada cinta yang bisa ia beri

Mertoyudan, 20 Juli 2007

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: